Jumat, 05 April 2019

Kebun Binatang Ragunan

Adibah suka banget sama dunia fauna, suka melihat binatang misalnya kucing, ikan, kelinci dan burung. Di usianya Adibah yang sekarang sudah 2 tahun ini, saya mencoba mengajak Adibah ke Kebun Binatang Ragunan, yang terletak di Jakarta Selatan, tepatnya di Jalan Harsono, No.1, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Terakhir saya datang betkunjung ke Kebun Binatang Ragunan ini sekitar tahun 2007'an, saat saya masih berpacaran dengan suami saya, hihihiii. Berarti sudah ada 12 tahun saya belum datang berkunjung ke sana lagi. Pas sampai saya, saya baru tahu kalau sekarang bayar tiket masuknya sudah memakai kartu JakCard terbitan dari Bank DKI. Tarifnya Rp.3.500,- per orang. Kalau anak di bawah 3 tahun masih free. Kalau belum punya kartu JakCard, bisa beli di loket Kebun Binatang Ragunan seharga Rp.35.000,- dengan isi saldonya sebesar Rp.20.000,- . Oh iya, karena saya ke sana memakai kendaraan roda dua, jadi dikenakan pengurangan saldo sebesar Rp.3.000,- untuk membayar parkiran.


Setelah selesai bayar HTM dan parkir, kami langsung masuk ke dalam area Ragunan. Baru saja masuk, pengunjung sudah di foto oleh kameramen, menggunakan kamera yang hasil fotonya bisa langsung jadi dalam waktu yang sebentar tapi kita harus menebus foto kita tersebut. Saya kurang tahu berapa harga fotonya karena dari awal masuk, kakak saya sudah menolak untuk difoto. Sebenarnya sih kita tidak diwajibkan untuk menebus foto kita di tukang foto tersebut hanya saja kalau saya pribadi merasa kasihan kalau kita sudah difoto oleh nya tapi kita tidak mau menebusnya karena itu kan memang sudah jadi profesinya, sudah jadi mata pencariannya untuk mencari nafkah. Kalau memang tidak ada niat untuk menebus foto, alangkah baiknya sejak awal kita masuk area Ragunan, kita menolaknya dengan halus pada tukang fotonya.
Nah, waktunya melihat koleksi binatang yang ada di sini. Yang paling dekat dengan pintu masuk yaitu kandang Jerapah. Adibah senang banget dan baru kali ini dia melihat jerapah secara langsung, meskipun melihatnya terbentang jarak antara kandangnya dan posisi kami sebagai pengunjung.

Setelah itu, kami berjalan santai lagi. Dan kami menemukan kandang gajah. Adibah senang lagi. Sambil menunjuk-nunjuk binatang yang dia lihat itu, dia berseru "gajah". Saya juga ikut senang karena bisa membawa anak berekreasi ke Kebun Binatang Ragunan.


Lumayan melelahkan juga kami berkunjung ke sini. Maklum saja area Kebun Binatang Ragunan ini sebenarnya memiliki luas yang sangat fantastik, yaitu 140 hektare. Tapi tentu saja kami tidak menjelajah semua area karena tidak sanggup kaki ini. Hanya melihat beberapa kandang binatang saja saya sudah menyerah dan langsung mengajak pulang, hihihii...



Menurut saya, kalau mau berkreasi ke sini, lebih baik membawa bekal nasi, cemilan atau makanan lainnya dan juga minuman karena makanan dan minuman yang dijual di dalam area ragunan harganya lumayan mahal. Tapi di dalam ragunan juga banyak penjual talas dan bengkoang. Ada juga banyak penjual cinderamata seperti topi, kaos bergambar sablon dengan tema Ragunan, sandal, tas, mainan, kaca mata dan lain-lain. Kalau kamu berminat membeli itu, kamu harus pintar-pintar menawar ya supaya kamu tidak dapat harga yang mencekik.

Di dalam Ragunan ada wahana permainan yang isinya roller coaster, bombomcar dan lain-lain. Tapi saya lebih tertarik untuk mengajak anak-anak untuk naik kereta keliling yang mengitari Ragunan, meskipun mengitarinya tidaklah full area Ragunan yang sejatinya seluas 140 hektar itu, hehehe... Untuk bisa menaiki kereta keliling ini, kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp.10.000,- per orang. Lagi-lagi Adibah masih free untuk naik kereta keliling karena dia usianya masih dibawah 3 tahun, hihihi...

Kalau lagi moment lebaran atau libur panjang sekolah, Ragunan ini sangat membludak pengunjungnya. Yang datang tak hanya warga dari Jakarta, tapi ada juga yang datang jauh-jauh dari Jakarta. Biasanya pengunjung dalam jumlah banyak membawa kendaraan roda empat seperti mobil pick up bahkan sampai menyewa mobil angkutan umum supaya bisa muat penumpang banyak. Dan nantinya akan memberikan efek macet yang panjang kalau Ragunan lagi banyak pengunjung. Oh iya, kalau kamu mau datang ke Ragunan, sebaiknya jangan nekat datang hari Senin ya, karena tutup ! Ya hari Senin dianggap sebagai hari libur alias Ragunan ditutup. Hal ini bertujuan agar semua margasatwa yang berada di dalamnya bisa banyak beristirahat, tidak stres karena bisingnya atau  banyaknya pengunjung dan margasatwa di sini mendapat perawatan lebih esktra dari petugas Ragunan.

Sebagai pengunjung ragunan, alangkah baiknya kalau kita mempunyai kesadaran untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan Ragunan, tidak boleh memberi makan binatang-binatang di sini, tidak membuat keributan, menjaga kedisplinan dan ketertiban, jangan mengganggu binatang-binatang di sini. Kalau mengajak anak ke Ragunan, si kecil jado bisa belajar mengenal macam-macam binatang sekaligus kita mengajarkannya agar menyayangi binatang, memperlakukannya dengan baik karena binatang juga makhluk ciptaan Tuhan yang wajib kita jaga, pelihara dan sayangi keberadaannya.